Financial

Kebutuhan VS Keinginan

shutterstock_93395953

Besar pasak daripada tiang.

Agaknya peribahasa itu sangat tepat bagi sebagian besar orang yang memiliki kebutuhan lebih banyak dibandingkan dengan pendapatan. Tentu saja ini tidak berlebihan, mengingat bahwa kita, termasuk saya, yang hanya memiliki satu sumber pendapatan namun dengan beragam kebutuhan. Eits, tunggu dulu itu kebutuhan atau keinginan ya? Jangan sampai kita terlalu sibuk untuk memenuhi kebutuhan yang justru tidak bermanfaat apalagi biar cuma dibilang kekinian. Untuk tahu apakah yang kita mau adalah kebutuhan atau keinginan, berikut penjelasannya.

  1. Butuh berarti perlu. Keadaan yang mengharuskan kita memenuhinya segera karena diperlukan saat ini juga.
  2. Ingin adalah kehendak, harapan. Keadaan yang masih bisa ditunda, karena tidak darurat. Hasilnya hanya hati yang puas karena hasratnya terpenuhi.

Pasti banyak dari kita yang kadang masih belum bisa membedakan mana itu kebutuhan dan mana keinginan. Atau sudah tahu tapi masih tidak peduli?

***

Bulan lalu, saya baru saja membeli sebuah ponsel baru, setelah banyak pertimbangan disana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk membeli ponsel itu. Saat itu saya berpikir, toh ponsel saya yang lama memang sudah layak diganti karena selain umurnya sudah mencapai 4 tahun, juga karena sistem operasinya yang sudah tidak memadai untuk segala bentuk mobilitas saya yang tinggi.

Ya, satu kebutuhan saya terpenuhi. Tapi apa mau dikata, tiga minggu kemudian notebook saya ikut-ikutan rusak, saya yang senang menulis ini sangat membutuhkan laptop baru. Opsi pertama adalah dengan membawa notebook itu ke tukang service komputer dan opsi kedua adalah dengan membeli laptop baru. Sebenarnya bisa saja notebook itu diservice, tetapi ini sudah kesekian kalinya notebook saya rusak dan berkali-kali pula diperbaiki. Saya memutuskan untuk menjualnya untuk kemudian membeli laptop baru.

Saya bingung, dengan hasil penjualan notebook yang tidak seberapa itu, bagaimana bisa saya membeli sebuah laptop baru? Pinjam uang teman? Pinjam uang orangtua?

***

Semalaman penuh saya berpikir, apakah dengan membeli laptop baru adalah sebuah solusi yang paling tepat atau justru sebuah pemborosan. Ah, saya pusing. Memiliki ponsel baru memang menyenangkan tapi pada saat yang bersamaan salah satu benda yang sangat kau perlukan rusak, seperti ada separuh jiwamu yang hilang. Jadi begini, saat ada sesuatu yang menarik perhatianmu melewati otak dan membuatmu ingin menulis, bagaimana bisa aku menuliskannya? Sedangkan inspirasi bisa datang kapan saja dan dimana saja. Siang atau malam, pagi atau petang. Saya frustasi. Well, itu yang saya rasakan.

tumblr_nh8857vkqm1twyshko1_500

 

Akhirnya untuk sementara hingga saya menemukan cara untuk mendapatkan uang diluar gaji pokok saya – tentu saja gaji pokok sudah memiliki pos-pos tersendiri sehingga tidak memungkinkan untuk membeli laptop menggunakan uang dari sana – dengan menulis segala sesuatu yang terlintas dikepala menggunakan buku tulis. Ya, saya catat semua yang ingin saya tulis. Seperti puisi, cerpen, artikel, prosa dan quotes.

Saya bisa saja menuliskannya melalui ponsel, tapi ini sangatlah tidak efektif; menulis di ponsel kemudian menyalinnya kembali agar bisa di publish di blog, menulis di ponsel kemudian memposting ulang ke platform storial. Sungguh sangat tidak nyaman melakukan kegiatan yang seharusnya bisa saya lakukan dalam sekali tindakan tapi ini justru harus bekerja dua kali. Ya ampun, itu adalah kegiatan yang membuang-buang waktu.

***

Hari-hari berlalu dan percakapan tentang kebutuhan dan keinginan terus menggema dikepala. Saya benar-benar membutuhkan laptop sekarang. Mau sampai kapan saya menulis dengan cara demikian? Hingga suatu ketika, saya sedang membuka twitter dan muncul lah sebuah akun yang menarik perhatian saya, web itu bernama uangteman.com. Lalu mengapa saya memilih @uangteman? UangTeman adalah pinjaman online pertama di Indonesia. UangTeman memberikan pinjaman mikro jangka pendek tanpa jaminan, tanpa potongan dan tanpa penalti. Bukan hanya kebutuhan saya untuk membeli laptop saja yang bisa terpenuhi, tapi jika saya merencakan untuk meminjam uang untuk merintis bisnis atau usaha pada UangTeman, semua syarat yang harus diajukan pun  sangat mudah karena dapat dilakukan secara online.

486773_620

Belum pernah tahu kan ada pinjaman uang online? Sama, saya juga baru tahu.

Jadi tanpa pikir panjang, saya langsung meluncur ke web uangteman.com. Di laman depan, terdapat penjelasan yang saya kira sudah cukup kuat menjadi alasan mengapa saya memutuskan untuk meminjam uang lewat @uangteman. Untuk nasabah pemula seperti saya, maksimal dana pinjaman yang diberikan adalah sebesar Rp 2.000.000,- uang ini sudah lebih dari cukup untuk membeli sebuah laptop karena saya memiliki uang tambahan dari penjualan notebook lama saya.

butuh_uang_kontan_pinjam_saja_ke_uang_teman_150710_0

Tanpa menunggu lama, dalam satu hari yang sama, pengajuan pinjaman saya disetujui dan saat itu juga dana tersebut ditransfer ke rekening saya. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana cara saya untuk mengembalikan uang pinjaman tersebut?

Sistem pengembalian pinjaman yang diberlakukan oleh @uangteman adalah sistem pembayaran 1 kali, pada hari tanggal jatuh tempo harus melunasi pokok pinjaman dan kewajiban biaya layanan. Total tagihan sesuai dengan simulasi perhitungan kredit awal yang diinformasikan kepada nasabah saat pengajuan. Jumlah total tagihan yang perlu dilunasi dapat dilihat pada halaman dashboard nasabah.

Kita tidak pernah tahu kapan sebuah kebutuhan yang sangat mendadak dan mendesak itu datang. Tapi satu hal yang perlu dimengerti adalah perihal konsep kebutuhan dan keinginan tersebut. Kita harus dapat memilah antara barang urgent atau barang yang bisa dibeli esok atau lusa nanti.

Jadi apakah @uangteman adalah solusi keuanganmu? Tentu saja, karena @uangteman sederhana, mudah, cepat, transparan dan fleksibel.

“Ini adalah curhatan finansial #TemanNgeblog dan solusi yang bikin #UrusanBeres”

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s