Fiction

Kereta Datang Terlambat

Desember 2000 Jam dinding besar di stasiun pinggiran kota sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Matahari mulai meninggi. Laki-laki yang katanya hari ini akan memakai stelan jas hitam dan sepatu pantofel siap membawanya pergi dari kota ini serta memenuhi janjinya untuk menikahi Aini belum juga menunjukkan batang hidungnya barang sesenti saja. Dengan wajah gusar dan tangan… Continue reading Kereta Datang Terlambat

Fiction

Jiwa Yang Patah

Dalam bahagiamu, akan selalu ada jiwa yang patah. Entah siapa pun itu. Bisa jadi orang terdekatmu atau orang jauh yang menaruh hati padamu. Jangan khawatir, tetaplah berbahagia. Melajulah terus ke depan tanpa menoleh ke belakang. Genggam bahagiamu, jangan pernah terlepas. Karena aku tahu bagaimana rasanya menjadi rapuh bahkan sebelum sempat menjadi kuat.

Fiction

Padahal

Padahal waktu kamu bilang “Kita punya jalan hidup masing-masing.” saya sedang menunggu. Padahal waktu kamu bilang “Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu.” saya begitu rapuh. Padahal waktu kamu bilang “Saya ikhlas jika kamu sudah punya cinta yang baru.” saya ingin bilang bertahan pada kamu saja. Semua padahal-padahal itu cuma bisa saya simpan sendiri.

Fiction

Biar Saja

Jadi, sekejap saja laki-laki itu bisa membuat langitku gelap. Benar-benar kelam. Meski harus kuakui dan aku juga harus berterimakasih tentang cerahnya langitku beberapa hari belakangan ini sejak kemunculannya lagi disekitarku. Secara tidak sadar, dia membantuku menyembuhkan luka. Biar saja dia tetap tidak sadar telah berlaku demikian terhadapku. Biar saja.